ALT_IMG

Burung Puyuh

Burung Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek. Merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Bekisar

Ayam Bekisar merupakan keturunan F1 hasil perkawinan ayam hutan jantan (Gallus varius) dan ayam Kampung betina (Gallus gallus domesticus). Bekisar dikembangkan sebagai ayam kesayangan untuk menghasilkan ayam hias yang indah bulu dan suaranya. Baca Selengkapnya...

Alt img

Pembibitan DOC Ayam Kampung

Usaha Penetasan Telur Ayam untuk menghasilkan anak ayam atau DOC (Day Old Chick) merupakan salah satu alternatif usaha dibidang peternakan unggas, yang merupakan bagian dari penyediaan bibit ayam. Baca Selengkapnya.....

ALT_IMG

Beternak Burung Kenari

Burung kenari (serinus Canaria) pertama kali ditemukan di kepulauan Canary oleh penjelajah perancis, Jean de Bethencourt pada tahun 1402. Terkesan karena keindahan bulu dan kemerduan suaranya, Jean de Bethencourt dan Henry the navigator membawa burung kenari liar ke Portugal dan Inggris. Baca Selengkapnya....

ALT_IMG

Ayam Kampung

Ayam kampung merupakan keturunan dari ayam hutan merah (Gallus gallus) dan ayam hutan hijau (Gallus varius). Akibat proses budidaya dan perkawinan antar keturunan secara alam, maka muncullah berbagai macam tipe ayam dengan beragam penampilan fisik dan varitas. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Serama

Ayam Serama merupakan jenis ayam hasil persilangan Ayam Kapan alias kate kaki panjang dengan ras Ayam Modern Game Bantam. Penyilangnya adalah Wee Yean Een yang berasal dari Malaysia. Ia menyilangkan kedua jenis ayam tersebut Pada tahun 1971. Baca Selengkapnya....

ALT_IMG

Mesin Tetas PUI-100

Dengan mengikuti tata cara penetasan telur yang benar, keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas Pesona Unggas PUI-100 ini bisa di atas 90 %. Dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 %. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Cemani

“Ayam cemani merupakan ayam yang memiliki dominan warna hitam pada kuku, kulit, bulu, paruh, mata, daging, tulang, dan lidah, bahkan kadang ada juga yang berdarah hitam. Ayam ini oleh kalangan tertentu diyakini memiliki kekuatan magis“ Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Mutiara

Ayam mutiara (Guiena Fowl) merupakan unggas yang banyak diternakkan sebagai hewan hias. Ayam mutiara memiliki bentuk tubuh dan warna bulu yang menarik untuk dilihat. Bulu-bulunya dihiasi dengan bintik-bintik seperti mutiara. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Ketawa

Ayam Ketawa dikenal masyarakat karena suaranya yang unik menyerupai suara tertawa. Kokok ayam ketawa yang panjang dan memiliki cengkok yang khas membuat pesona ayam yang satu ini menempati posisi tersendiri bagi penggemar unggas. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Pelung

Ayam Pelung dikenal masyarakat karena kemerduan suaranya. Kokok ayam pelung yang panjang dan memiliki cengkok yang khas membuat ayam ini memiliki nilai jual yang tinggi. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Ras Pedaging

Ayam Ras Pedaging atau sering juga disebut ayam broiler merupakan jenis ras unggulan yang memiliki daya produktivitas daging yang tinggi. Hingga kini ayam broiler telah dikenal masyarakat Indonesia dengan berbagai kelebihannya. Hanya 5-6 minggu sudah bisa dipanen. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Itik Petelur

Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard, Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Burung Walet

Sarang burung walet merupakan komoditi ekspor yang bernilai tinggi. Kebutuhan akan sarang burung walet di pasar internasional sangat besar dan masih kekurangan persediaan. Hal ini disebabkan oleh masih kurang banyaknya budidaya burung walet Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Burung Merpati

Burung Merpati yang sering menyabet gelar juara dalam berbagai kontes akan memiliki harga jual tinggi bahkan sangat fantatis. Di mana harga merpati balap yang sering menjadi jawara dapat mencapai ratusan juta rupiah. Ada peluang yang cerah dalam budidaya merpati. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Usaha Ternak Ayam Arab

Ayam Arab, memiliki keunggulan-keunggulan lain yang jarang diketahui masyarakat. Sehingga penulis mencoba untuk memberikan wawasan dan informasi yang diharapkan mampu untuk mengubah anggapan mengenai peluang usaha ayam arab. Baca Selengkapnya...

May 28, 2013

Menentukan Jenis Kelamin Anak Itik (DOD)

0 comments
sexing_dod photo sexing.jpg

Ada tiga cara sederhana yang dapat dipakai untuk menentukan atau membedakan jenis kelamin anak itik / bebek (sexing), cara ini dilakukan dengan tujuan agar dapat memisahkan antara anak itik jantan dan anak itik betina. Kegiatan sexing mutlak diperlukan untuk mengoptimalkan pemeliharaan itik lebih lanjut, atau untuk memberikan kepastian jenis kelamin dan harga kepada konsumen jika kita sebagai produsen anak itik (DOD). Tiga jenis teknik sexing yang kami uraikan disini adalah teknik voice sexing, hand sexing, dan bend sexing.

1. Voice Sexing
Voice sexing adalah cara membedakan jenis kelamin DOD itik dengan cara mendengar suaranya. Pegang anak itik / bebek dan tekan bagian pangkal leher di dekat tembolok. Jika suara serak maka jantan dan jika melengking nyaring itu bebek betina.

2. Hand Sexing
Hand sexing adalah cara membedakan jenis kelamin DOD itik dengan cara memegang dan melihat bagian anus / dubur / kloaka itik. Pegang anak itik / bebek dengan tangan kiri dengan bagian punggung ke arah bawah serta tangan kanan membuka dubur. Jika ada tonjolan runcing warna putih seperti akar kecambah maka itu jantan, sedangkan apabila tidak ada maka betina.

3. Bend Sexing
Bend sexing adalah cara membedakan jenis kelamin DOD itik / bebek dengan cara melihat gerak-gerik bebek. Yang jantan memiliki kepala lebih besar, badan lebih besar, warna bulu gelap, gerakan lebih tenang, bulu kepala kasar panjang, paruh runcing gelap melengkung, sedangkan untuk betina kebalikannya dari ciri – ciri anak bebek jantan.

Dari ketiga teknik sexing diatas, dapat digunakan secara bersamaan untuk dapat membedakan DOD bebek jantan atau betina. Sedangkan untuk tingkat akurasi, metode hand sexing biasanya mempunyai tingkat ketepatan yang tinggi.
Baca Selanjutnya →
May 16, 2013

Seleksi Telur Untuk Penetasan

0 comments


Secara garis besar proses penetasan telur dengan menggunakan inkubator dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu : telur tetas yang akan ditetaskan, mesin tetas yang akan digunakan dan orang yang menjalankan proses penetasan tersebut (operator). Jika diprosentasekan dari ke 3 faktor tersebut adalah sebagai berikut : 33,3% dipengaruhi oleh telur tetas, 33,3 dipengaruhi oleh mesin tetas dan 33,3 ditentukan oleh operator.

Agar telur tetas memenuhi standar daya tetas yang optimal maka telur yang akan ditetaskan harus diseleksi, adapun hal-hal yang perlu diseleksi adalah sebagai berikut :

Bentuk telur (harus oval, lebih tepat dihitung indek telur= sumbu pendek dibagi sumbu panjang telur dikalikan 100 %, jika 72 – 74 % berarti telur tsb oval).

Fertilitas telur. Telur harus dihasilkan dari sejumlah betina dan pejantan yang seimbang (sex ratio, tiap bangsa unggas berbeda). Untuk mengetahui fertilitas telur sebelum ditetaskan adalah dengan cara mengamati bentuk titik cahaya (putih) didalam kuning telur dengan cara diteropong (candling).
 photo seleksi_telur_zps04c5b7a1.png

Berat telur (bangsa unggas berbeda), Bobot telur pada bangsa unggas dapat dirumuskan sebagai berikut : semakin kecil badannya maka semakin kecil bobot telurnya (misal : telur puyuh = 10-12 gram, merpati = 22 gram, ayam kampung 40-45 gram, itik = 60 – 65 gram),

Keutuhan telur (usahakan telur tidak retak),

Lama simpan yang paling baik adalah tidak lebih dari 7 hari. Dapat pula kita kaitkan dengan banyaknya telur yang dihasilkan oleh unggas dalam satu periode bertelur, beberapa unggas ada yang bertelur sampai 10 butir dalam satu periode maka masa simpan telurnya masih toleransi sampai dengan 10 hari.

Kebersihan telur (agar pori-pori kulit telur tak tertutup dengan kotoran shg respirasi embrio dapat berjalan dengan lancar),

Warna telur yang gelap lebih memungkinkan mendapatkan daya tetas yang relatif lebih besar bila dibandingkan dg yang cerah (penilaian item ini hanya pada jenis telur yg berasal dari bangsa unggas yang sama, misalnya: telur itik harus dibandingkan dg telur itik, tetapi tidak boleh dibandingkan dengan telur puyuh).

Tags:
Baca Selanjutnya →
March 17, 2013

Suhu dan Kelembaban dalam Penetasan Telur

0 comments
 photo IMG0635A.jpg

Dibawah ini kami berikan data suhu dan kelembaban relatif untuk penetasan atau inkubasi berbagai telur unggas. Nilai skala suhu dan kelembaban yang tertera adalah nilai pembulatan sehingga mudah dalam pembacaannya jika menggunakan thermometer dan higrometer digital maupun analog.

Jenis TelurPeriode Inkubasi Suhu (oC)Stop Pemutaran Telur Kelembaban (%)
Ayam 21 hari 38-39 hari ke-18 65-70
Kalkun 28 hari 38-39 hari ke-25 65-75
Itik 28 hari 38-39 hari ke-25 65-75
Bebek Menthok 37 hari 38-39 hari ke-34 65-75
Angsa 28-30 hari 38-39 hari ke-25 65-75
Love Bird 23 hari 37-38 hari ke-20 65-70
Pheasant 24-28 hari 38-39 hari ke-22 65-75
Merak 28-30 hari 38-39 hari ke-25 65-75
Puyuh (Bobwhite) 23-24 hari 37-38 hari ke-20 60-70
Puyuh (Coturnix) 17 hari 37-38 hari ke-14 60-70
Kenari 14 hari 37 hari ke-11 60-70
Merpati 17 hari 37-39 hari ke-14 60-70
Baca Selanjutnya →
March 14, 2013

Memahami Termometer Bola Kering dan Termometer Bola Basah

0 comments
termometer photo Termometer-1.png

Dry Bulb temperature (Temperatur bola kering)
Yaitu skala suhu yang ditunjukkan oleh thermometer bulb biasa dengan bulb dalam keadaan kering. Satuan untuk suhu ini biasanya dalam celcius atau fahrenheit. Seperti yang sudah diketahui, bahwa thermometer menggunakan prinsip dasar pemuaian zat cair (alkohol atau air raksa) yang terdapat didalam thermometer. Jika kita ingin mengukur suhu udara dengan thermometer biasa maka terjadi perpindahan kalor dari udara ke bulb (kantong zat cair yang terdapat di ujung termometer). Karena mendapatkan kalor maka zat cair yang ada di dalam thermometer mengalami pemuaian sehingga tinggi air raksa tersebut naik. Kenaikan ketinggian cairan ini yang di konversikan dengan satuan suhu (celcius, Fahrenheit, dll).

Wet Bulb Temperature (Temperatur bola basah)
Yaitu suhu bola basah. Sesuai dengan namanya “wet bulb”, suhu ini diukur dengan menggunakan thermometer yang bulbnya dilapisi dengan kain yang telah basah kemudian dialiri udara yang ingin diukur suhunya. Perpindahan kalor terjadi dari udara ke kain basah tersebut. Kalor dari udara akan digunakan untuk menguapkan air pada kain basah tersebut, setelah itu baru digunakan untuk memuaikan cairan yang ada dalam thermometer.

Nilai suhu yang terukur dari thermometer suhu bola basah ini adalah bagian dari nilai kelembaban. Nilai Selisih suhu bola kering dengan suhu bola basah serta suhu bola kering jika dikonversikan akan mendaatkan nilai kelembaban relatif (dalam satuan %). Nilai kelembaban relatif ini terbaca pada alat pengukur kelembaban yang kita kenal dengan nama Higrometer.
Baca Selanjutnya →
March 10, 2013

Mengatasi Bau Kotoran Unggas | Mikrobakteri dan Jamu

2 comments

Air Minum
Pemberian air minum pada unggas tidak hanya menghilangkan rasa haus. Air minum dapat pula dimanfaatkan untuk mengurangi polusi yang ditimbulkan oleh bau kotoran unggas. Penyebab bau kotoran yang menyengat diakibatkan oleh tingginya kadar protein yang diberikan pada pakan, mencapai 22 – 27%.

Ada 3 macam air minum yang dapat diberikan pada ternak unggas seperti ayam, puyuh, itik, dll. Yakni air minum bercampur mikrobakteri, jamu, dan vaksin.

Mikrobakteri
Air minum berisi mikrobakteri sangat berperan dalam mengurangi bahkan menghilangkan bau kotoran unggas yang menyengat. Contoh mikrobakteri adalah EM4 dan Agrobost. Air yang kaya organisme ini diberikan setiap hari.

Jamu
Pemberian jamu sama khasiatnya pada manusia. Sebab bahan yang digunakan memang mirip dengan bahan jamu, yaitu menghangatkan tubuh. Ada kencur, bawang putuh, jahe, laos, dan daun sirih. Jamu yang difermentasikan juga membuat kotoran tidak berbau.

Cara Pembuatan Jamu Fermentasi

Bahan Jamu
  • Bawang putih 1/2 kg
  • Kunyit 1/2 kg
  • Daun sirih
  • Kencur 1/2 kg
  • Laos 1/2 kg
  • Jahe 1/2 kg

  • Larutan Mikrobiologi
  • Mikrobakteri 1 ltr
  • Molase 1 ltr atau 1,5 kg gula
  • Air

  • Semua bahan jamu diblender atau dihaluskan. Sedangkan larutan mikrobakteri dan molase dicampurkan dalam satu wadah. Lebih baik lagi bila percampuran dilakukan 1 minggu sebelumnya agar bakteri yang akan mempercepat fermentasi sudah berkembang biak.

    Tahapan Membuat Jamu
    1. Siapkan bahan jamu berupa: Bawang putih 1/2 kg, kunyit 1/2 kg, daun sirih 30-50 lembar, kencur 1/2 kg, laos 1/2 kg, dan jahe 1/2 kg.
    2. Iris dan hancurkan bahan-bahan.
    3. Siapkan larutan mikromakteri sebanyak 1 ltr, masukkan dalam 2 ltr air.
    4. Siapkan molase sebanyak 1 ltr, campurkan dengan larutan bakteri.
    5. Masukkan bahan jamu yang sudah hancur dalam jerigen.
    6. Masukkan larutan mikrobakteri dalam drum.
    7. Tutup jerigen dengan rapat.

    Setelah seminggu, larutan disaring sehingga terpisah ampas dengan larutan jamu fermentasi. Larutan itulah yang dimanfaatkan sebagai jamu. Untuk pemakaian jamu tersebut, ambil 10 cc jamu. Masukkan dalam 10 ltr air di ember. Larutan jamu itu dicampurkan ke air minum ternak unggas. Berikan 2 kali seminggu. Bila jamu diberikan pada pagi hari maka larutan mikrobakteri diberikan pada sore hari. Jadi pemberian keduanya tidak bersamaan.

    Pemakaian bakteri berfungsi:
  • Mencegah bau tidak sedap dari kotoran unggas
  • Menekan perkembangan lalat dan serangga
  • Memperbaiki kesehatan ternak
  • Mengurangi stress
  • Menekan jumlah kematian ternak
  • Kerabang telur menjadi kuat, tidak mudah pecah
  • Baca Selanjutnya →
    March 2, 2013

    Kandungan Gizi Daging dan Telur Puyuh

    0 comments
    daging puyuh photo dagingpuyuh_zpsae34ba81.jpg
    Kandungan gizi pada telur dan daging puyuh cukup tinggi, dikarenakan burung puyuh dapat mengkonsumsi aneka ragam pakan sehingga mendukung perkembangbiakan. Ia dapat memakan biji-bijian, gandum, kumbang, semut, serangga kecil, dan larvanya.

    Dari data itu, terlihat bahwa gizi telur puyuh cukup baik. Kandungan proteinnya sangat tinggi, ia pun menjadi sumber untuk mendapatkan niacin, vitamin B6, besi, fosfor, tembaga, dan selenium. Kandungan natriumnya rendah.

    Kandungan gizi telur puyuh

    Setiap 100 g telur puyuh terdapat:
    Energy 663 kJ
    Air 74,6%
    Fosfor 220 mg
    Protein 15,05 g
    Lemak 11,09 g
    Kalsium 64 mg
    Zat besi 3,65 mg
    Seng 1,47 mg
    Tembaga 0,067 mg
    Vitamin A 300 UI
    B12 1,557 mg
    Total abu 1,2 %
    B2 atau riboflavin 0,79 mg

    Sumber: nutriondata.com

    Kandungan gizi daging puyuh

    Kandungan Nilai Satuan Persentase
    Kalori 209 875 kJ10%
    Karbohidrat 0,0 0,0 kJ
    Lemak 119 498kJ
    Protein 90,8 380 kJ
    Alkohol 0,0 0,0 kJ

    Protein dan Asam Amino

    Kandungan Nilai Satuan Persentase
    Protein 21,4 g43%
    Triptophan 3,14 mg
    Treonin 1030 mg
    Isoleusin 1104 mg
    Leusin 1758 mg
    Lisine 1793 mg
    Metionin 644 mg
    Sistin 371 mg
    Fenilalanin 900 mg
    Tirosin 925 mg
    Valin 1126 mg
    Arginin 1394 mg
    Histidin 759 mg
    Alanin 1373 mg
    Asam Aspartat 1800 mg
    Asam Glutamat 2757 mg
    Glisin 1681 mg
    Prolin 944 mg
    Serin 1021 mg

    Baca Selanjutnya →
    February 28, 2013

    Terapi Penyakit dengan Telur Puyuh

    0 comments
    telur puyuh photo telur_puyuh_zps49344335.jpg
    Tahukah Anda, ternyata telur puyuh dapat digunakan sebagai penyembuh untuk beragam penyakit seperti gangguan pencernaan, tekanan darah tinggi, mag, arterios klerosis, penyakit hati, anemia, migran, ginjal, memperkuat potensi hubungan suami istri, dll.

    Anggapan bahwa pada telur terdapat kandungan kolesterol yang tinggi tidak berlaku pada telur puyuh, telur puyuh mengandung kolesterol jahat (LDL) yang rendah, sebaliknya kaya akan kolesterol baik (HDL) karena itu sangat baik dimanfaatkan untuk diet maupun untuk pengobatan.

    Di Rumania telah dikenal dengan terapi telur puyuh dengan istilah "Penyembuh 120 telur dan 240 telur" Istilah itu merujuk pada jumlah telur puyuh yang digunakan untuk terapi.

    Penyembuh 120 telur
    Terapi ini dianjurkan bagi mereka yang menderita gangguan pencernaan, tekanan darah tinggi, dan mag. Terapi dilakukan selama 25 hari. Cara konsumsi sebagai berikut : 3 butir telur di hari pertama dan kedua, 4 telur di hari keempat, 5 telur pada hari-hari berikutnya sampai hari ke-25 dan jumlahnya tepat 120 butir telur.

    Penyembuh 240 telur
    Terapi ini dianjurkan bagi mereka yang menderita arterios klerosis, diabetes, asma, anemia, neuroasthenia, migrain, penyakit ginjal dan hati, memperkuat stamina suami istri. \proses penyembuhan berlangsung 49 hari. Caranya sama dengan penyembuh 120 hari, hingga telur habis dalam 49 hari dengan jumlah tepat 240 telur.

    Catatan: Untuk anak-anak berusia 4 sampai dengan 8 tahun dianjurkan untuk mengkonsumsi 120 telur selama 31 hari, dan untuk terapi yang 240 telur selama 61 hari.
    Caranya: 3 butir telur dalam 4 hari pertama, 4 butir telur pada hari-hari berikutnya. Telur dapat dikonsumsi setelah direbus, dan bisa juga dicampur gula-gula dan jeruk. Telur dikonsumsi pada pagi hari, 30 menit sebelum makan apapun.

    Sumber : Trubus EXO
    Baca Selanjutnya →
    January 29, 2013

    Sang Pencetak Punglor dari Desa Suwaru

    1 comments
    penangkar punglor

    Peminat harus memboking lebih dulu agar kebagian piyik, sebab penetasannya hanya pada musim tertentu.

    Menangkar atau membiakkan punglor (Anis) sama sulitnya dengan merawat burung jenis ini. Anis merah adalah jenis yang paling rewel dan mudah stres. Burung warna coklat ini terkenal paling sensitif dan karakternya agak nyeleneh.

    Banyak penghobi yang ingin mencoba menangkar Anis merah namun berakhir dengan kegagalan, ada pula beberapa penangkar yang mencoba menetaskan telur melalui alat penetas, namun karena tidak memahami penggunaan mesin tersebut banyak yang tanpa hasil. Apalagi jika tidak memahami suhu yang cocok untuk menetaskan burung ocehan, sangat kecil sekali kemungkinan berhasil.

    Namun tidak demikian dengan yang dilakukan oleh Sutikno dan Sulis Haryanto, warga Desa Suwaru Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang ini justru sukses menangkarkan Anis Merah dengan cara yang sederhana.

    sarang punglor photo sarang-punglor-1_zps178a83b5.jpg


    Dua bersaudara ini bukanlah penangkar. Mereka tidak tahu bagaimana mengembangbiakkan burung berkicau di kandang penangkaran. Hanya berbekal kotak kardus bekas air mineral mereka berhasil pencetak ratusan punglor merah dan punglor kembang. Telur-telur burung tersebut ia dapatkan dari perkebunan salak disekitar rumahnya

    Proses Penetasan

    Meskipun menggunakan perlengkapan penetasan sederhana namun hasilnya memuaskan, yakni memakai kardus air mineral yang didalamnya diberi lampu bohlam 20W dan sebuah thermostat/thermo regulator yang berfungsi untuk mengontrol suhu agar stabil dalam suhu penetasan yakni 36-37oC.
    Baca Selanjutnya →
    January 1, 2013

    Vitamax | Suplemen Prebiotik Untuk Unggas

    0 comments
    Vitamax

    Vitamax adalah suplemen prebiotik alami yang menyediakan vitamin, chelated mineral, asam amino, enzim, dan unsur penting lain yang diperlukan unggas dan burung untuk pemeliharaan kesehatan, meningkatkan pertumbuhan, produksi, serta reproduksi.

    Prebiotik adalah serat pangan yang berfungsi secara selektif menstimulasi pertumbuhan bakteri baik dalam usus besar. Dalam proses produksi makanan, prebiotik sangat stabil, dimana tidak terpengaruh proses produksi dan kondisi penyimpanan. Memberikan manfaat yang sangat penting untuk meningkatkan kesehatan saluran cerna selain meningkatkan kemampuan penyerapan mineral secara optimal oleh tubuh dan membantu menjaga daya tahan tubuh. Dengan konsumsi prebiotik, keseimbangan bakteri dalam usus meningkat, sehingga memberikan dampak yang positif pada kesehatan unggas.

    Fungsi Vitamax:
    • Mempercepat pertumbuhan unggas/burung muda (meningkatkan ADG).
    • Meningkatkan daya cerna dan efisiensi penggunaan pakan (menurunkan FCR).
    • Meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan stres karena lingkungan (menekan kematian).
    • Meningkatkan daya tetas dan memperpanjang masa produksi telur.
    • Meningkatkan bobot dan jumlah produksi telur.

    Kapan Vitamax digunakan..?
    Ketika Anda menginginkan performa ternak unggas Anda meningkat (pedaging: FCR turun - BB naik - kematian berkurang; petelur: bobot dan jumlah telur meningkat - masa produksi lebih panjang), dengan penambahan biaya produksi yang relatif rendah.

    Aplikasi Vitamax:
    Unggas pedaging : 1 ml per 1 liter air minum.
    Unggas petelur : 1 ml per 4 liter air minum (sebelum melewati puncak produksi).
    Unggas petelur : 1 ml per 2 liter air minum (setelah melewati puncak produksi).
    Vitamax diberikan selama 4-6 jam setiap hari. Selama menggunakan Vitamax, semua jenis probiotik dan herbal/jamu fermentasi TIDAK diberikan.

    Fungsi mineral secara umum:
    • Pembentukan tulang dan sendi : Ca P Mg B
    • Sistem reproduksi : P K Mg Cu Mn Zn
    • Sistem kekebalan : Cu Mn Fe Zn Se
    • Fungsi hormon dan enzim : K Mg Cu Mn Fe Zn
    • Produksi darah : Fe Cu
    • Produksi energi : P Mg Mn
    Baca Selanjutnya →
    December 11, 2012

    Penetasan Telur Burung

    1 comments
    mesin penetas pui-30b

    Pelaksanaan penetasan telur burung dengan menggunakan mesin penetas PUI-30.
    • Burung Merpati
    • Burung Perkutut
    • Burung Puyuh
    • Burung Dekukur
    • Dan burung yang sejenis

    Teknis pelaksanaan penetasan dari hari ke hari adalah sebagai berikut :

    HARI KE-1
    Setelah sumber pemanas dihidupkan, pintu dan lubang ventilasi dari mesin penetas ditutup rapat, jangan sekali-kali mencoba membukanya dan suhu tetap dipertahankan 37-38 oC. Aturan ini berlaku dalam jangka waktu 48 jam atau selama dua hari berturut-turut sampai suhu ruang mesin tetas benar-benar sudah stabil. Isi nampan/baki tempat air dengan air bersih untuk menciptakan kelembaban dalam ruangan mesin penetas, wadah air selalu dikontrol setiap saat mulai dari hari ke-1 sampai hari ke-17

    HARI KE-2
    Mesin tetas dalam kondisi tertutup rapat, sementara suhu ruangan sama seperti pada hari ke-1

    HARI KE-3
    Mulai dilakukan pemutaran telur. Kegiatan pemutaran telur dilakukan tiga kali atau dua kali sehari, misalnya pagi, siang, dan malam, atau pagi dan sore saja. Pemutaran telur dilakukan secara rutin setiap hari mulai hari ke-tiga sampai hari ke-15 dengan rentang waktu yang sama.

    HARI KE-4
    Kegiatan yang dilakukan meliputi pemutaran telur, pembukaan lubang ventilasi selebar ½ bagian . Suhu mesin penetas 37-38 oC. Nampan/baki tempat air perlu diperiksa, apakah air yang ada didalamnya masih ada atau sudah habis.

    HARI KE-5
    Kegiatan sama seperti hari ke-4, hanya saja lubang ventilasi dibuka selebar 3/4 bagian.

    HARI KE-6
    Lubang ventilasi dibuka seluruhnya. Kegiatan sama seperti pada hari ke-5

    HARI KE-7
    Jangan lupa pemutaran telur tetap dilakukan 3 atau 2 kali sehari sampai hari ke-15. Untuk suhu tetap seperti pada hari sebelumnya. Mulai dilakukan peneropongan telur (sebaiknya dilakukan pada malam hari, agar hasil pengamatan keadaan di dalam telur dapat terlihat dengan jelas). Melalui peneropongan tersebut dapat diketahui telur yang fertile (telur yang terbuai oleh burung jantan) dan telur yang infertile (telur yang kosong) dan kematian embrio di dalam telur lihat gambar pada penetasan telur ayam hari ke-7. Nampan/baki tempat air perlu diperiksa.

    Telur yang fertile dimasukkan kembali ke rak didalam mesin penetas, sedangkan telur yang kosong/infertile atau yang embrionya mati dikeluarkan. Untuk telur yang kosong/infertile masih layak untuk dikonsumsi. Suhu mesin penetas tetap dipertahankan 37-38 oC, dan lubang ventilasi dibuka seluruhnya.

    HARI KE-8
    Kegiatan masih pada pemutaran telur,seperti yang dilakukan pada hari-hari sebelumnya. Lubang ventilasi tetap dibuka seluruhnya. Suhu ruang mesin penetas tetap 37-38 oC.

    HARI KE-9
    Kegiatan sama dengan hari ke-8

    HARI KE-10
    Kegiatan sama dengan hari ke-9

    HARI KE-11
    Kegiatan sama dengan hari ke-10

    HARI KE-12
    Kegiatan sama dengan hari ke-11

    HARI KE-13
    Kegiatan sama dengan hari ke-12

    HARI KE-14
    Kegiatan sama dengan hari ke-13

    HARI KE-15
    Tidak boleh lagi melakukan pemutaran telur, sampai telur menetas. Memasuki hari ke-15 sampai hari ke-17 telur mengalami masa kritis yang pada saat tersebut embrio mengalami perubahan yang sangat cepat untuk menjadi anak burung (piyek) yang sempurna sehingga sangat peka terhadap perubahan temperature di dalam ruang penetasan. Suhu ruangan mesin penetas 37-38 oC.

    HARI KE-16
    Sebagian telur mulai retak. Pada saat seperti ini ruangan mesin penetas membutuhkan kelembaban yang lebih tinggi daripada hari-hari sebelumnya. Untuk mencapai suasana tersebut, kita dapat menambahkan volume air pada wadah/tempat air. Suhu masih 37-38 oC dan lubang ventilasi tetap terbuka.

    HARI KE-17
    Semua telur sudah menetas. Bila ada yang belum menetas berarti embrio di dalam telur telah mati dan tidak perlu ditunggu lagi. Wadah air di dalam ruang mesin tetas dikeluarkan akan ruangan tidak lembab. Biarkan sejenak anak-anak burung yang baru menetas tetap berada didalam ruang mesin penetas. Suhu yang dibutuhkan masih tetap 37-38 oC dan lubang ventilasi tetap terbuka seluruhnya.

    HARI KE-18
    Seluruh kegiatan penetasan dianggap selesai. Anak-anak burung dapat dikeluarkan dari ruang mesin penetas dan dipindahkan ke kotak pembesaran yang sudah disiapkan sebelumnya. Proses pemindahan hendaknya dilakukan secara hat-hati karena kondisi tubuh anak burung yang masih lemah.

    Untuk melihat lamanya penetasan, suhu dan kelembaban dalam penetasan silahkan lihat DISINI

    Tags:
    Baca Selanjutnya →